Mereka tiba di sebuah tempat yang Adrian katakan sebagai pondok. “A-ada rumah ternyata di tengah hutan ini?” Ia merasa heran sehingga Adrian tertawa mendengarnya. “Ya, disini memang sengaja ku bangun sebuah pondok. Ada beberapa rumah disini dan semuanya dihuni pelayan ku,” pungkas Adrian dengan semangat. "Aku baru tahu kalau pondok sebagus ini ada di tengah hutan, ini sengaja kamu bangun?" "Tentu, istriku Sayang," ujar Adrian setengah meledek. “Tuan ... akhirnya Anda datang! Selamat datang!” tutur seorang pelayan wanita yang berusia paruh baya. Lalu muncul beberapa orang lagi dan ia melihat ada seorang gadis cantik yang berdiri sambil menatap Adrian dengan tatapan yang berbeda. Erina melirik pada Adrian yang tak melihat gadis itu atau ia memang sengaja tak ingin melihatnya. Ia tak t

