35. Mengamati

1252 Kata

Kakek tua yang sedang duduk santai itu tampak sendu menatap sebuah pigura yang berisi diri seorang gadis. Air matanya menetes membasahi pipinya. Ia tengah duduk di ruang kerjanya dan menemukan pigura penuh kenangan itu dan mengenangnya dengan penuh harapan. "Kamu tidak pulang-pulang, aku merindukanmu," gumamnya lirih. Tetesan air mata membasahi pigura yang berfotokan gadis cantik disana. Ada harapan dan juga penantian hingga ia mengalami sakit di masa tuanya. Tak sekalipun ia mendengar kabar darinya. Gadis yang dulu tinggal disini. "Pah ... Papah dimana, ya?" "Nyonya Nelsy, Tuan Besar ada di ruang kerjanya," "Oh, ya? Ngapain Papah disana?" Ia mendengar sedikit keributan kecil yang dimana ia mendengar suara putrinya datang. Nelsy mencarinya. Segera ia menyembunyikan pigura itu di lac

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN