18. Sah Menikah

1358 Kata

Adrian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sudah ditunggu keluarganya yang sudah dari tadi menunggu kehadiran mereka. Erina terlihat gelisah sehingga Adrian menegurnya. "Kamu kenapa?" “Aku ...” "Katakan saja!" Adrian menoleh padanya, melihat wajah gadis dengan riasan natural yang ia sukai. Gadis itu benar-benar cantik malam ini. Tapi, Adrian tak mau memujinya. Pikiranya, jika memuji pasti Erina akan tinggi hati dan mulai bertingkah. Ia tak mau itu. Adrian meliriknya sesekali, Erina yang tak menyadari hanya diam sambil menggigit kuku jari tangannya. “Ada apa?” "Aku takut," "Takut kenapa?" “Aku takut mereka akan menolakku,” “Ingat cek yang sudah kamu cairkan, jangan berlagak polos dan tak mau berhadapan dengan mereka. Keluargaku hanya ingin tahu dirimu,” "Tapi ..." Tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN