Adrian berdiri dan mengejar Erina yang hendak keluar dari tempat mereka sedang duduk menerima tamu undangan yang datang. "Aku ..." "Jangan macam-macam, Rin! Acaranya belum selesai," "Ya, aku hanya akan kesana sebentar," Adrian mencekal tangannya, "Tetap disini, dan jangan kemana-mana!" "Aku melihat seorang wanita, dia melambaikan tangannya ke arah sini," ucap Erina. Adrian melihat keluar dan tak ada siapapun di luar sana. "Ayo!" Ditariknya tangan Erina dan diajaknya masuk. Gadis itu baginya seperti sedang membuat alasan saja. Acara masih berlangsung dan masih banyak tamu yang hadir ingin bertemu dan mengambil foto dengan mereka. Sementara, Nelsy sedang melihatnya dari arah jauh. Dia berada di antara teman-temannya yang hadir. Nelsy memandang Erina dengan tak suka. "Nelsy, menantu

