Bab 15 - Bayangan Masa Lalu

257 Kata
Malam itu aku duduk sendirian di ruang kerja kecilku. Di tanganku, sebuah berkas yang baru saja aku dapatkan dari seorang kenalan lama yang masih setia membantuku di balik layar. Berkas yang memuat jawaban dari pertanyaan yang selama ini aku hindari. Masa lalu Adrian Erlangga. Dengan tangan gemetar, aku membuka lembar demi lembar dokumen itu. Foto-foto tua, laporan investigasi, dan jejak-jejak bisnis kotor yang selama ini dia tutupi dengan rapat. Namun ada satu nama yang membuat hatiku berhenti berdetak—nama seseorang yang dulu pernah sangat berarti bagiku. Orang yang diam-diam ikut terlibat dalam permainan Adrian. Aku menatap foto itu lama. Senyum yang dulu kukenal, kini terasa asing. "Jadi semua ini... bukan hanya tentang Adrian," bisikku pada diri sendiri. "Ini tentang semua orang yang bersekongkol merampas kehidupanku." Aku baru sadar, dendamku selama ini terlalu sempit. Aku terlalu fokus pada Adrian, sementara kenyataan yang lebih kejam tersembunyi di balik bayangan yang lebih luas. Aku menutup dokumen itu dengan keras. Aku tahu, aku harus merobek semua topeng itu, bukan hanya Adrian, tapi semua yang pernah berkhianat padaku. Keesokan harinya, aku menatap Adrian dengan sorot mata baru. Bukan lagi sebagai musuh semata, tapi sebagai kunci yang bisa membuka gerbang lebih besar dari yang aku duga. "Adrian," kataku tanpa basa-basi. "Aku ingin tahu semuanya. Tanpa dusta." Dia menatapku, awalnya bingung, lalu mengangguk perlahan. "Kalau itu yang kamu inginkan, Nayara... aku akan tunjukkan semuanya." Dan aku tahu, sejak hari itu, permainan kami naik ke level yang lebih berbahaya. Bukan hanya jebakan di balik senyum. Tapi pertempuran melawan masa lalu yang siap menghancurkan semuanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN