Aira terus mengawasi Marcela yang selalu berada di depan pintu apartemennya. Saat Novan datang, belum lima menit Marcela sudah bisa dibujuk Novan untuk pergi meninggalkan apartemen. "Biru, ada Novan datang dan Marcela pergi". Kata Aira sambil mengintip di pintu. "Biarkan saja mereka berdua". Balas Sabiru santai. "Bagaimana Novan membujuk Marcela?". Tanya Aira lagi. "Mana aku tahu". "Kamu telpon Novan gih, suruh dia antar Marcela pulang". "Kamu jangan suka ikut campur urusan orang lain Aira". "Aku bukan ikut campur, aku cuma kuwatir". "Ok kalau begitu, aku akan bikin kamu gak kuwatir lagi. Kepergian kita ke Inggris akan dipercepat". Hah!. "Apa? Kamu ngomong apa tadi?". Aira masih tidak mengerti maksud perkataan Sabiru. "Aku tidak tahu dari mana Marcela mendapatkan alamat aparteme
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


