26

1668 Kata

Sama halnya dengan Marcela, setelah dari bandara Novan juga langsung menuju rumah Aira. Sampai disana ternyata Aira sudah pergi dengan Sabiru. Ibu Aira membuatkan teh hijau serta menemani Novan mengobrol di ruang tamu. Meskipun Novan tau Aira tidak ada dirumah, ia bertekad untuk menunggu di rumah itu. Satu jam lebih Novan menunggu disana akhirnya Aira datang dengan diantar oleh Sabiru. Tatapan Sabiru sedikit tajam pada Novan, begitu juga Novan melihat Sabiru sama seperti melihat saingan. "Novan kamu disini?". Tanya Aira yang tidak menyangka Novan sedang berada di rumahnya. Raut wajah Novan berubah menjadi bersahabat setelah berhadapan dengan Aira. "Iya, aku kesini mau bicara sebentar dengan kamu Ai, bisa?". "Boleh, mau bicara soal apa?". Tanya Aira dengan polosnya. "Bisa bersua saja"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN