Keinginan Yang Tertutup Oleh Keraguan

1673 Kata

Beberapa jam sebelumnya Usai pemotretan, Ji Yin dan Hoon kembali ke hotel. “Malam ini.. Kau akan pulang ke rumahnya, kan?” tanya Ji Yin, saat mereka tiba di lobi hotel. Di abaikan oleh Hoon. “Jadi, kau akan terus diam? Baiklah, aku akan pergi menemui perempuan itu.” Hoon berhenti. Menengok marah ke arah Ji Yin. “Kenapa? Apa lagi yang akan kau rencanakan?” “Pergi saja. Pulang ke rumahmu.” Hoon mengernyit. “Kau-“ “Ajak aku juga.” “Kau sudah tak waras rupanya.” “Ya. Aku gila karena mu!” “Aku tak akan ke sana denganmu.” “Kalau kau tak pulang bersamaku—yeah, berarti ini waktunya untuk menghubungi wartawan.” Hoon mengatupkan gigi. Berjalan mendekati Ji Yin. “Kau tahu? Jika saja kau ini laki-laki—pasti wajahmu sudah babak belur!” ** "Ji Yin?" Nada bicara Hanna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN