“Kenapa kau selalu membuat hatiku salah paham?! Semua sikapmu padaku—apa itu tidak berarti apa-apa? Huh?” “Kita hanya teman, katamu.” Mina ternganga. Mendengus dengan menyunggingkan senyum kemudian. “Benar katamu. Kita hanya teman.” Mina mengangguk berulang. “Mulai sekarang, jangan pernah melihatku, memanggil namaku! Aku.. Tidak sudi mengenalmu lagi!” Mina masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Jae Kyung yang terlihat kecewa. “Jadi, ini maksudnya kau memintaku datang kemari? Agar, dia membencimu? Wah.. Aku seperti gadis jahat di sini.” “Maaf. Tunggu di sini. Aku mau ambil koper dulu.” “Okay.” Hoon yang baru keluar dari kamar, menghalangi langkah Mina yang penuh dengan kejengkelan. “Mina.. Ada apa?” Mina tak menjawab. Hanya bernapas cepat. Mengatupkan gigi dengan kesal. Sementara, Jae

