“Ibu Dira,” Indira menghentikan langkahnya, saat seorang pegawainya memanggil. “Saya perlu tanda tangan Ibu untuk pengiriman stok sore ini.” Indira mengambil map yang ada di tangan pegawainya, membacanya sekilas, kemudian membubuhkan tanda tangan di sana. Setelah itu, Indira melangkah cepat menuju sebuah mobil yang sudah menunggunya sejak 15 menit yang lalu. “Ke mana dulu?” “Jemput Tante Anin, Arya sama Sierra dulu di rumah mama. Abis itu nganter Tante Anin ke butiknya Lia buat ambil barang. Enggak apa-apa, kan?” “Ok! Siap! Eh, tapi nanti malam, kamu jadi ikut pergi, kan?” “Iya. Nanti aku sekalian siap-siap di rumah mama aja. Ini aku udah bawa baju ganti. Daripada bolak-balik, kan?” Mobil itu kemudian melaju membelah padat lalu lintas siang. Jalanan makin padat oleh lalu lala

