T I G A P U L U H S E M B I L A N

2463 Kata

Mahesa masih mengedarkan pandangannya sejak lima menit yang lalu. Tatapnya tidak hanya berhenti pada—yang Mahesa yakini—bingkai yang bersandar di tembok dan masih tertutup kain. Tanpa perlu menjadi kurator lukisan, Mahesa tahu bahwa lukisan di balik kain putih itu tidaklah murah, apalagi sekelas Indira yang membelinya. Kemudian tatapnya beralih pada deretan meja dan kursi rotan yang juga tertutup kain, tapi telah diatur rapi memenuhi hampir setengah ruangan. Di belakangnya, sebuah meja bar yang memanjang dari ujung satu ke ujung lainnya, sudah setengah dipoles. Kemudian di sebelahnya sebuah lemari—dengan tinggi mencapai setengah dari jarak lantai ke atap—yang terdiri dari banyak kotak seperti papan catur, menempel di dinding dengan indahnya. Semua ini, semua yang ada di ruangan ini, mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN