'Benar juga kata Kata Erin, Gladis jauh lebih cantik, dan menarik dibandingkan Gita, hush! Apa-apaan sih aku ini, ingat kau itu Suami Gita Diko,' aku tersadar dan menepis pikiran kotor. Mana tahan aku berdekatan, dan selalu saja melihat Gladis dengan pakaian ketat, belum lagi kalau makan bersama dan berdua saja, Gladis yang pandai memasak, dia juga pandai berdandan dan pandai berpakaian, kakak ipar mana yang tak merasa tergoda. "Dapat semua obatnya dis?" Tanyaku memecah keheningan. "Hmm.. tiga macam kan mas? Kayaknya dapat semua," jawab gladys sambil memeriksa plastik obat. "Memangnya mbak Gita sering sakit kayak gini?" Tanya Gladys dengan raut wajah khawatir. "Dia itu kecapean, mas juga heran, mas udah bilang istirahat tapi dia terus aja sibuk dengan pekerjaannya, kamu tahu sendiri

