"Panas bnget! Aku udah sehat deh kayaknya, pengen air es deh," Gita menyingkapkan selimut, dia berniat mengambil segelas air es. Lagian dia hanya kecapean, cukup istirahat beberapa jam membuat Gita lebih baik. Berjalan pelan Gita menyusuri tangga dengan langkah perlahan, sampai akhirnya dia tiba di dapur. Brukk!!! Suara pukulan terdengar di belakang punggung Gita, Gita menoleh mencari sumber suara. Sepertinya suara itu terdengar dari kamar adiknya, Gita meletakkan segelas minum, bergegas menuju kamar Gladis. "Aku takut banget mas, aku takut!" Wajah meringis Gladys. Diko mengelus-ngelus permukaan rambut Gladis, "udah kamu tenang Ya jangan takut lagi, kecoanya udah pergi kok, udah mas musnahin, udah mas bung juga," "Buang ke mana mas?" "Situ!" Tunjuk ke Diko pada tong sampah kecil

