Ruqiyah

1790 Kata

"Nama aku Vania Sri Ivanka Manuel, aku biasa dipanggil Vania. Semoga kita dapat berteman baik, terima kasih." Ily masih tidak percaya melihat sahabatnya itu berdiri didepan sekarang. Vania sekolah dan sekelas dengannya? "Kamu boleh duduk!" Vania mengangguk menuju kursi kosong yang berada dibarisan belakang kursi Ily dan Jessie. Vania berhenti disamping Ily sembari tersenyum. "Apa?" Selidik Ily melihat ekspresi aneh Vania, "Santai aja! Kenapa kamu ini sensi banget?!" Vania yang menoleh pada Jessie yang juga menatapnya bingung, "Lo bisa pindah? Gue mau duduk disana!" Vania menunjuk kursi dimana Jessie duduk. Ily menggerutu, mata Jessie melebar dan teman sekelasnya yang lain melongo tak percaya. Apa ada siswa pindahan seberani Vania? "Van apa ya---" "Kenapa gue harus pindah? Lo aja so

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN