"Kakak salah nggak sih, Sha?" Saka menoleh pada Ily yang berbaring tengkurap diranjangnya. Setelah makan malam Ily mengikuti Saka masuk kedalam kamar kakaknya itu. Ily langsung duduk menghadap Saka yang juga menatapnya. "Nggak tau." Saka mengernyit, Ily tersenyum meraih dan memainkan jari-jemari Saka, "Kadang aku juga mau punya banyak teman seperti kakak. Punya sahabat kayak kak Leon, kak Axel, kak Hero dan teman-teman kakak yang lain. Tapi karena sikap kak Saka yang terlalu overprotektif buat aku nggak bisa lakuin itu." Jujur Ily menatap Saka ragu "Jadi aku ngekang kamu?" "Nggak gitu!" "Terus?" "Aku senang kak Saka lakuin itu berarti kakak benar-benar jaga aku. Tapi nggak gini juga dengan curiga pada sahabat sendiri, kan kak?" Ily menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya. Semua

