*** Dua tahun sudah berlalu, baik Brayen maupun Aluna tidak pernah melewatkan masa pertumbuhan Qiyandra yang mulai aktif berlari kesana-kemari. Benar-benar menakjubkan, sejak bayi itu bisa menelungkupkan badannya, lalu duduk dan merangkak, hingga berjalan dengan kencang saat menyambut Brayen pulang dari kantornya. Tak lupa gigi mungil yang selalu dipamerkan saat tersenyum. Aluna benar-benar merasa sangat bahagia, ditambah lagi Brayen yang semakin menyayanginya, membuat Aluna merasa menjadi wanita yang paling beruntung. Sekarang, Aluna akn memerinya kejutan, karena Qiyan sudah berhasil menyebutkan kata 'papah'. Panggilan yang selama ini Brayen nanti-nantikan. Aluna berjalan melewati ruangan para staf di kantor, mereka sibuk celingak-celinguk memerhatikan kedatangan Aluna, istr

