Brayen mencium kening Aluna berkali-kali. Lalu mengusap kepala istrinya yang kini dibanjiri keringat dingin. Perempuan itu baru saja melahirkan anaknya, mempertaruhkan nyawanya yang nyaris melayang saat proses persalinan. Tidak ada kebahagiaan yang teramat saat keduanya sama-sama mendengar tangis yang melingking dari mulut sang bayi. Aluna berhasil memberikan Brayen seorang bayi laki-laki. Yang memiliki wajah gagah seperti ayahnya. Bayi yang memiliki kulit putih itu begitu menggemaskan, matanya sudah langsung terbuka, sangat indah saat Brayen menatap kedua matanya. "Makasih banyak sayang, kamu udah berhasil melahirkan dia." Aluna hanya mengagguk haru, ia ikut bahagia. Apalagi persalinannya ditemani suaminya sendiri, tangan Brayen menggenggam tangan Aluna sepanjang proses melahi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


