Bab 21. Sebuah Kejujuran

2313 Kata

***       Brayen menghempaskan tubuhnya di atas sofa. Seluruh tubuhnya benar-benar terasa sakit. Pukulan biadab yag sudah dilakukan Gio, nyaris melayanglan nyawanya. Brayen sangat berharap, Miko mau segera mengakui kesalahannya, agar semua kesalah pahaman yang terjadi, bisa di selesaikan. Brayen melihat ke seluruh penjuru sudut rumah, tapi tibak bisa menemukan sosok Aluna di sana. Brayen akan berterimakasih pada peremuan itu, karena dia sudah mau datang dan menyelamatkan nyawanya, meski hanya karena sebuah kebetulan. "Al ... Aluna, lo dimana?" Tanya Brayen sedikit berteriak. Ia berjalan menaiki anak tangga, menuju kamar. Tapi, saat pintu terbuka, Brayen hanya mendapati kamar yang kosong, dengan tempat tidur yang masih tertata rapi. Benak pria itu mulai bertanya-tanya, keman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN