*** Brayen benar-benar sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, sudah tidak bisa menembus jalan agar keluar dari masalah yang sedang membungkusnya. Di hadapan tante Tari, Brayen bersujud, sambil menangis meminta maaf atas semua kesalahan yang telah ia perbuat karena telah melukai hati mamahnya. Hanya pada dia Brayen bisa mengadu sekarang, memberi solusi agar masalahnya bisa diselesaikan, atau sekedar berkurang saat mendengarkan saran terbaik dari mamahnya. "Maafin aku, mah. Aku benar-benar minta maaf. Mungkin, aku udah banyak ngecewain mamah, aku salah, ternyata apa yang pernah aku ucapin, malah ngebalikin semua kenyataannya." Tante Tari masih belum menjawab apa-apa, ia hanya sedih melihat Brayen seperti itu, selama ini ia belum pernah melihat Brayen terluka dalam seperti

