Bab 26. Tidak Mungkin

1941 Kata

*** Brayen baru saja membuka matanya, ia sadar, saat ini ia sedang berada di rumah sakit. Brayen masih merasakan pening di kepalanya, bibirnya masih terlihat sangat pucat. Akibat beban fikiran yang ia tanggung selama ini, membuatnya jatuh sakit. Di sampingnya, tante Tari bisa melihat Brayen membuka mata. Setelah hampir seharian Brayen pingsan. Kemarin, Miko mengabarkan Brayen jatuh pingsan, dan kondisi kesehatannya sangat menurun, sehingga memaksanya harus dibawa ke rumah sakit. "Brayen...," "Mah, Aluna mana?" Tante Tari tidak bisa menjawab apa-apa, ia hanya bisa diam, merasa tidak tega melihat Brayen terbaring lemah seperti itu. Kepergian Aluna benar-benar sudah membuat pertahanannya sebagai seorang laki-laki runtuh seketika. Berhasil membuat Brayen berada dalam kesakitan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN