Waktu terus bergulir, denting waktu ikut berganti dan menjadi saksi bisu setiap cerita yang kini terukir. Masa kelam itu seolah perlahan memudar. Terganti dengan kehidupan baru, yang secara tiba-tiba hadir. Rere tidak tahu harus senang atau masih tetap menyimpan kebingungannya. Semua yang terjadi kini begitu tiba-tiba dan seolah dikendalikan oleh sesuatu. Ia tahu, jika Tuhan sudah berkehendak, maka apapun itu bisa terjadi. Tapi tetap saja, Rere bingung dengan segala yang terjadi di sini. Renata sudah keluar dari rumah sakit semenjak kemarin. Dan kini, kakaknya itu terlihat tengah duduk di taman belakang rumahnya. Tidak ada lagi wajah sendu, tidak ada lagi tatapan kosong. Malah tawa dan kekehan geli terdengar bersahutan di sana. Rere tahu seharusnya ia senang dengan apa yang terjadi. Nam

