Empat tahun kemudian .... Gadis yang memotong rambut panjangnya sebatas bahu itu, berjalan santai di koridor rumah sakit. Flatshoes yang ia kenakan seolah memperingan langkahnya. Seulas senyum, membingkai bibir manisnya yang terpoles lipstik warna peach. Dress selutut bermotif mawar, bergerak lembut seiring langkah kakinya. Bibirnya semakin merekah, semburat di wajahnya yang terpoles make up tipis seolah terlihat semakin berbinar, saat melihat sambutan senyum di hadapannya. "Selamat ya, Ren," katanya setelah masuk ke dalam salah satu kamar. Diciumnya kedua pipi sang kakak. Renata mengangguk, sempat menelisik penampilan adiknya yang makin terlihat feminin. "Tadi ke rumah dulu?" tanya Raja sembari menggendong anak keduanya yang baru lahir. Rere menghampiri kakak iparnya. Ia tersenyum se

