Leon mulai kembali menjalani terapi untuk trauma di masa lalunya. Jika dulu dia gagal karena semangat untuk sembuh yang ada pada dirinya tidak sepenuhnya ada, maka kali ini mungkin akan berbeda. Ada Rere yang selalu setia menemani saat-saat terberatnya. Menceritakan kembali apa yang terjadi dulu bukanlah hal mudah. Mengingat-ingat kejadian buruk yang pernah menimpanya, adalah satu hal yang sebenarnya ia benci. Namun prosesnya memang harus seperti itu. Setidaknya, kali ini dia sudah mampu menyebut nama Viktor tanpa membuat dadanya bergemuruh marah. "Merasa lebih baik?" tanya Rere sembari menarik kepalanya untuk menatap wajah Leon. Tapi laki-laki itu malah kembali menarik kepalanya untuk bersandar pada pundak laki-laki itu. "Ya, semua berkat kamu. Tapi ini masih sangat awal, Re. Mudah-mud

