LFU 42

1619 Kata

Senyum Leon menjadi pengiring langkah ragu Rere yang malam itu nampak cantik dengan mini drees brokat warna abu. Senada dengan jas yang kini Leon gunakan. Laki-laki itu terlihat makin tampan dengan penampilan formal seperti ini. Satu hal yang belum pernah Rere lihat sebelumnya. "Cantik," bisik Leon saat Rere sudah berdiri di depannya. Namun gadis itu tidak terlihat tersenyum ataupun tersipu mendengar pujian yang Leon lontarkan. Karena sesungguhnya, Rere sedang menghadapi kecamuk hebat dalam hatinya. Leon yang menyadari hal itu langsung menggenggam tangan Rere, meremasnya lembut. Satu tangannya yang bebas menyelipkan rambut sebahu Rere yang dibiarkan tergerai.  "Kenapa?" tanya Leon dengan alis terangkat. Diamatinya wajah resah di depannya. Rere menghela napas, lalu menggeleng pelan. Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN