"Jangan, jangan pergi lagi. Kumohon ...." Rere terisak di punggung Leon. "Aku nggak butuh orang lain untuk bahagia. Aku nggak butuh siapapun." Dulu, dia sering menangis di punggung ini. Namun tangisan itu untuk orang lain. Kali ini, alasan air matanya mengalir adalah karena pemilik punggung ini. Sosok yang selalu ada untuknya, dulu. "Iya. Aku akan jujur ...." Ucapannya tersendat karena tangisan. "Aku memang masih sendiri karena nungguin kamu." Untuk pertama kalinya, akhirnya ia jujur pada hatinya sendiri. Rere memang masih menantikan hari ini. Hari di mana dia bisa memeluk Leon. "Jangan jadikan aku cewek bodoh lagi, Yon. Dulu aku pernah menjadi bodoh karena menunggu tanpa kepastian. Sekarang ...." Rere tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Dia tidak sanggup membayangkan jika pada akhirn

