LFU 40

1580 Kata

Rere bisa mengembus napas lega saat kondisi ayahnya ternyata tidak separah yang ia bayangkan. Hanya demam biasa, dan sudah pulih meski masih terlihat pucat. "Kan aku udah bilang. Nggak usah khawatir, papa cuman demam," kata Renata saat melihat reaksi panik adiknya tadi. "Iya, aku nggak baca chat terakhir kamu," ujar Rere seraya duduk di ruang tengah. Di mana, mama, papa, Raja dan kedua anak Renata juga tengah berada di sana. "Re, kemarin Tante Rina nanyain kamu." Rere yang sedang bercanda dengan Kiara, anak pertama Renata mau tidak mau menoleh ke arah mamanya. "Mau ngapain?" tanyanya berlagak bodoh. "Ringgo pengin ngajak kamu jalan katanya." Rere kembali mengalihkan fokus dari kertas gambar yang keponakannya pegang. Semua mata mulai menatap ke arahnya. "Kapan?" tanyanya lirih. Membua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN