Laki-laki yang mengenakan sweater warna putih itu hanya bisa duduk termenung di dalam mobil. Ini sudah menjadi rutinitasnya semenjak kemarin. Menjadi pengintai gadis yang sudah ia kecewakan. Yah, ia adalah Mahesa. Laki-laki itu bahkan sampai rela bertukar mobil dengan temannya, hanya agar dia bisa melihat Rere dari kejauhan. Ia tahu Rere mengajar anak-anak melukis di suatu panti dari mama gadis itu. Sejak mendengar hal itu Mahesa merasa senang. Karena akhirnya, Rere memiliki kegiatan, yang mungkin bisa mengalihkan sejenak sakit hatinya. Mahesa masih mengamati Rere dari kejauhan. Dahinya mengernyit saat melihat gadis itu tengah berbincang dengan seorang laki-laki. Bukan Leon. Siapa dia? Mahesa mencengkeram kemudinya dengan erat. Ada perasaan tak rela yang datang menyerbu hatinya. Ia tah

