LFU 19

1483 Kata

Dulu, senyum selalu terhias manis di wajah itu. Dulu, riang selalu terpancar dari sorot mata hitam nan lentik itu. Dulu, siapapun akan merasa nyaman jika ada di dekatnya. Dulu, tawa akan sering terdengar dari bibir tipisnya yang jarang terpoles itu. Hingga tahun berlalu tanpa ada tawa, senyum, keceriaan. Dia hidup dalam kesunyian. Kanvas dan coretan warna adalah teman yang selalu menemaninya setiap waktu. Hingga sosok laki-laki bermata sipit itu datang. Dunianya mulai sedikit berwarna. Setidaknya terjadi saat mereka berdua tengah berbagi cerita. Dan kini, aura masa lalu yang sempat hilang seolah kembali. Senyum itu, tawa itu, wajah manis itu, ia seolah menemukan pemiliknya. Suara tawa anak-anak menghangatkan salah satu ruangan di salah satu panti asuhan. Ada senyum bahagia di bibir l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN