Rere akui ada rasa lega saat akhirnya Leon muncul di hadapannya. Tapi tetap saja ada rasa kesal, karena laki-laki itu bersikap seolah apa yang ia lakukan adalah hal wajar. Menghilang tanpa kabar yang jelas. Apa Leon tidak pernah berpikir betapa cemasnya dia selama beberapa hari ini? "Kok malah duduk? Kamu nggak kangen sama aku?" Mata Rere memicing kesal, lalu melempar pandang ke arah lain. "Re ... sori." "Ke mana aja kamu?" tanyanya tanpa mengubah ekspresi kesalnya. Leon tersenyum, ekspresi kesal Rere malah membuat wajah manis gadis itu terlihat makin menggemaskan. "Ngapain senyum-senyum?" "Kamu makin cantik kalau lagi kesel gitu." Leon tergelak saat Rere menginjak kakinya. "Nggak berasa Rere, sayang," katanya sembari mencubit gemas pipi Rere yang makin terlihat chubby setiap harin

