48. Sebuah Drone

2026 Kata

Gemuruh di luar sana masih terdengar mengerikan. Derasnya air hujan menambah kengerian yang menyelimuti malam itu. Hujan terus terjun dengan derasnya. Tak memberikan kesempatan pada mereka untuk melanjutkan perjalanan. Suhu semakin menurun. Rasa sejuk yang semula menyegarkan. Kini berubah menjadi dingin yang merayap ke setiap inci kulit. Dingin itu kian menusuk hingga ke tulang. Hito yang semula merasa senang hujan yang turun. Sekarang, dia mulai merengkuh dan memeluk dirinya sendiri. Berharap bisa mendapatkan hangat dan memberikan rasa nyaman pada tubuhnya. Dia menoleh ke sekitar. Rekannya yang lain ada yang terlelap. Ada pula yang hanya merebahkan diri di lantai. Memandangi langit-langit rumah. Hito yang sudah tidak tahan dengan dinginnya malam itu memilih berdiri dan masuk ke dalam ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN