Ponsel milik James berdering secara tiba-tiba. Dia terlupa, biasanya dia akan menelepon orang tuanya untuk memberi kabar. Ini sudah dua hari sejak dia akhirnya bertemu dengan tim prajurit itu. Dia pun terlupa pada rutinitasnya itu. Biasanya, dia akan menyampaikan kabarnya pada mereka. Dengan berpura-pura sedang bekerja di tempat yang jauh. Uang yang ada di rekening miliknya sudah dia kirimkan pada kedua orang tuanya sebelum akhirnya dia berangkat ke kota tersebut. “Kenapa tidak kau angkat?” tanya Kevin yang menyadari ada dering ponsel di dalam kendaraan itu. James hanya menggeleng pelan. tidak mengeluarkan sepatah kata pun. “Kalau ponselnya masih bisa digunakan. Kenapa ponsel kita harus dikumpulkan?” lanjutnya. Setelah dia terdiam dalam beberapa saat. “Kau saja yang bodoh, mau saja

