Markas pusat. Gedung dengan beberapa lantai itu terlihat begitu sibuk. Prajurit berjaga di sana-sini. Penjagaan diperketat. Mereka telah membuat jadwal pemakaman untuk para prajurit yang telah gugur. Tapi, ada beberapa dari anggota keluarga para prajurit tidak menggubris telepon dari mereka. Sasha, salah seorang prajurit wanita yang bertugas untuk pengaturan pemakaman menjadi kian pusing. Karena tidak dapat dihubungi via telepon. Dia berkewajiban untuk datang dan mengatakan pada keluarga prajurit. Kalau mereka harus bersiap untuk proses pemakaman yang akan diakanan besok pagi. Sasha menggebrak mejanya sendiri. Membuat beberapa rekan yang ada di dalam ruangan bersama dengannya menjadi terkejut dan menoleh ke arah sumber suara. “Maaf!” ucapnnya sambil tersenyum tipis. Kemudian dia kembal

