Alyka membuat grup Biro Jodoh Internasional
Vanya
Jadi jodohin kak Jihan dengan Om Albert???
Alyka
Iya. Kata Vita kak Jihan mau (◡ ω ◡)
Bentar lagi mereka mau kenalan
Vanya
Alhamdulillah...
Terharu.
Padahal baru mau kenalan udah terharu
Vita
ಥ‿ಥ
Vanya
Nama grupnya ya ampun... Yakin laku jasanya ??
Soalnya foundernya susah dapat jodoh. Sosoan buka jasa biro jodoh
Vita
Hahahahahaha
Alyka
(╥﹏╥)
BTW berikut biodata doi
Nama: Albert Larry Anderson
TTL: Australia, 06 Juni 1981
Alamat: Kota Goulburn
Agama: Islam
Kebangsaan: Australia
Hobi: memasak, liburan, nonton
Makes: ayam pedas
Mikes: teh hijau
Tipe cewek: muslim yg shalat, simpel, jujur, bisa masak masakan enak
Vita
Kak Jihan bikin gini juga Kak?
Vanya
Ini cuma inisiatif Alyka aja
Alyka
Iya cuma mau bikin aja mana tau kalian atau kak Jihan pengen tau lebih tentang Om Albert (✷‿✷)
Vita
Hahaha baiklah
Alyka
Kakak kasih nomor kak Jihan ke Om Albert ya? Btw minta foto kak Jihan dong
Vita
Sip. Oke, Vita minta ke Kak Jihan dulu ya
***
"Hey, tentang teman saya itu, dia bilang dia mau dikenalkan dengan kamu," kataku kepada Om Albert setelah kami selesai mengulang pelajaran yang sama, kosakata tentang keluarga. Aku sampai bosan harus mengulang itu terus. Jadi waktu pelajaran yang lama ini akhirnya kami selingi dengan ngobrol tentang apapun. Aku jadi tahu banyak tentang Om Albert padahal kami baru kenalan kurang dari sebulan.
"Oh, benarkah?"
"Iya. Saya akan mengirimkan nomornya kepadamu."
"Baiklah. Saya akan mengirimkan pesan kepadanya nanti. Bilang kepadanya selama kami berkenalan, saya akan mengirimkannya uang setiap bulan, seperti yang dulu saya lakukan kepada teman perempuan saya."
OMG. Si Om ini royal sekali. Padahal belum tentu juga Kak Jihan mau menjalin hubungan dengannya, tapi dia sudah mengimi-imingi uang bulanan.
Aku masih ingat cerita om Albert yang bilang kalau dulu ia sempat dekat dengan beberapa wanita Indonesia yang ia kenal dari media sosial. Ada yang menjadi pacarnya, ada juga yang hanya teman biasa. Mereka bahkan tidak berkomunikasi sesering yang aku lakukan dengan Om Albert, tapi Om Albert mengirimkan uang bulanan rutin, sekitar dua hingga tiga juta. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang ternyata berjodoh dengan Om Albert. Aku jadi kasihan, rasanya seperti para wanita itu hanya memanfaatkan Om Albert saja.
"Baiklah," jawabku, "ngomong-ngomong, Saya barusan mengirimkan fotonya," kataku setelah mengirimkan foto Kak Jihan kepadanya.
"Oke, Saya akan lihat," Om Albert mengambil HP-nya dan mengecek pesan dariku. Aku mengirimkan dua foto kepadanya. Yang satu foto kak Jihan sendirian, tanpa make up, dan terlihat agak jutek sih. Soalnya dia tidak tersenyum. Vita bilang hanya itu foto terbaik yang Kak Jihan punya, karena Kak Jihan bukan tipe orang yang fotogenik. Foto lainnya yang ia miliki malah wajahnya yang ditutupi masker.
Satu foto lagi yang aku kirim kepada Om Albert adalah foto saat pesta pernikahan Vita. Disana Kak Jihan akhirnya memakai make up dan tersenyum, jadi kelihatan cantik dan manisnya. Tapi ia berfoto dengan Vita sih. Kalau aku potong foto tersebut, resolusinya malah jadi buruk. Jadi aku kirimkan saja foto tersebut apa adanya kepada Om Albert.
"Pesta pernikahan?" Om Albert nampak mengomentari foto kedua. Foto Kak Jihan bersama Vita. Jangan sampai Om Albert salah mengira yang mana yang kak Jihan.
"Iya, itu acara pesta pernikahan teman kami. Perempuan yang memakai gaun pengantin berwarna putih. Di sebelahnya adalah wanita yang ingin saya kenalkan kepadamu," aku langsung memberikan klarifikasi.
"Yang memakai kacamata?"
"Iya," jawabku sambil mengangguk.
"Ya... ya... ya..." Om Albert manggut-manggut, sambil terus memandangi layar HP-nya, melihat foto dari calon 'kekasihnya'.
Aku deg-degan, menerka-nerka apa yang ada di dalam kepala Om Albert. Apakah setelah melihat foto Kak Jihan, Om Albert akan benar-benar mengirimkan pesan kepada Kak Jihan? Atau ia mengurungkan niatnya? Soalnya Om Albert menunjukkan ekspresi yang biasa saja. Apakah ia tidak terkesan dengan kak Jihan? Apa aku harus meminta Vita untuk menyuruh Kak Jihan berfoto dengan lebih baik lagi supaya wajahnya kelihatan lebih cantik lagi?
***
Vanya
Ada kenalan jual beli motor bekas nggak?
Alyka
Nggak ada. Kenapa tuh?
Vanya
Vanya pengen jual motor. Biar bisa bayar hutang
Alyka
Eh, kok gitu? Ntar Vanya kemana-mana gimana? Vanya kan butuh motor untuk cari kerja?
Vanya
Iya sih. Tapi gimana lagi (╯︵╰,)
Alyka
Nanti keluarga Vanya bilang apa kalo Vanya jual motor demi bayar hutang orang???
Vanya
Nanti Vanya pura-pura kehilangan motor aja. Kalau udah ada uang, Vanya beli motor baru. Soalnya motor yang sekarang udah perlu diganti juga sih. Sering rusak
Alyka
Pura-pura kehilangan motor ಥ‿ಥ
Jangan gitu lah Van. Nanti Vanya bakalan susah mau pergi. Kan gak ada yang bisa nganterin Vanya.
Tunggu beberapa hari lagi, Alyka bakal dapat uang. Vanya pakai aja itu dulu. Kalau memang mau ganti motor, nggak kayak gitu caranya
Vanya
Tapi hutang Vanya udah banyak banget ke Alyka ಥ╭╮ಥ
Alyka
Udah nggak usah dipikirin. Yang penting Vanya terbebas dari debt collector dulu
Vanya
Vanya coba cari pinjaman ke orang lain dulu aja
Alyka
Ya udah. Tapi kalau masih belum dapat pinjaman, langsung bilang ke Alyka yaaa
Vanya
Iya. Makasih ya Alyka •́ ‿ ,•̀
Alyka
(~ ̄³ ̄)~
***
Ya ampun. Tingkah Vanya makin membuatku geleng-geleng kepala saja. Sepertinya ia seputus asa itu sampai-sampai berpikir untuk menjual aset satu-satunya itu. Menurutku hal itu begitu sayang untuk dilakukan. Vanya tidak pantas mendapatkan kesulitan setelah membantu orang lain. Pokoknya aku harus membantunya terbebas dari debt collector!
Walaupun sebenarnya dalam hati aku sedikit deg-degan juga, karena kondisiku sekarang yang hanya memiliki pekerjaan paruh waktu dari rumah. Keluargaku menakut-nakuti ku dengan bilang bisa jadi Om Albert akan berhenti belajar denganku kalau dia sudah selesai liburan ke Jakarta. Karena kemungkinan Om Albert belajar Bahasa Indonesia untuk persiapan liburannya ke Jakarta.
Jadi sebisa mungkin aku harus punya tabungan untuk jaga-jaga kalau aku sudah tidak ada pemasukan lagi. Dan meminjamkan uangku kepada Vanya berarti aku harus siap-siap untuk tidak memiliki tabungan sepeserpun.
Aku berdoa dalam hati, semoga Om Albert akan lama belajar denganku. Aku berharap ia tidak akan menghentikan pelajarannya sebelum aku berhasil mendapatkan pekerjaan yang jelas atau usaha yang berjalan mulus. Dan aku berharap Vanya bisa mengembalikan uangku sebelum aku benar-benar kehabisan uang.
***