Melelahkan. Hanya satu kata itu yang dirasakan tubuh Via ketika ia tiba di kamar dalam keadaan lesu. Setelah mendudukkan diri dengan punggung bersandar serta kepala menghadap ke langit-langit ruangan, Via memejamkan mata bersama tarikan sudut bibir yang membentuk sebuah senyuman. Dalam hati, ia sangat berterima kasih pada Althaf atas informasi yang suaminya sampaikan di kamar Chayra dulu, tentang semua barang branded kesukaan Erisha, sehingga Saila bisa lincah ketika diberikan pertanyaan menjebak. “Capek?” Pertanyaan itu seketika membuat Via mengangkat kelopak matanya dengan cepat. Didapatinya Althaf ikut duduk di sofa usai meletakkan secangkir teh di atas meja. “Eh, ini apa?” tanya Via setengah panik, nyaman dengan perlakuan Althaf yang berlebihan bagi seorang mantan baby sitter se

