Extra Part 2

1044 Kata

Selembar kertas bukti atas ucapan Althaf mengenai kepemilikan restoran kini berada di tangan Via. Mereka sudah berada di kamar, dengan Althaf sibuk melepaskan jaket serta kausnya. Sementara Via masih membaca surat tersebut. "Untung banget ... kamu ternyata yang pegang asli restoran. Aku sempet takut kalau Alfan beneran ambil restoran itu." "Saya selalu bersikap hati-hati, Via, tidak seceroboh kamu." Althaf menoleh sejenak hanya demi menunjukkan wajah setengah malasnya. "Saya juga tidak pernah percaya ke orang lain ... siapa pun itu. Makanya, saya tidak akan pernah menyerahkan satu hal pun dari milik saya begitu saja ke orang lain." Penuturan Althaf tersebut sontak saja memancing Via untuk meneguk ludah secara kasar. Sudut bibirnya terangkat kaku, meski si lawan bicara tidak melihat. Pr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN