Chapter 25

1965 Kata

Pagi ini, aku tidak diberikan kesempatan bekerja. Tesa memintaku menemaninya mengobrol di sudut restoran selagi masih sepi. "Restoran ini sebenarnya punyanya Althaf, tapi karena saya hobi masak, jadi saya minta untuk kelola ini. Tapi sekarang, saya sibuk di luar negeri. Susah bagi waktu untuk urus restoran ini." Begitulah pembukaan Tesa setelah aku duduk di depannya. "Bagaimana kalau kamu yang urus?" "Hah? Ng-nggak usah. Aku nggak ada bakat." "Tidak perlu bakat, kamu hanya perlu 'mau.' Karena kemauan bisa memotivasi kamu untuk belajar mengurus resto ini." Aku nyengir tipis. "Nggak. Aku nggak bisa. Mbak Hana, gimana? Dia kan sudah senior di sini?" "Saya serahin restoran ini karena kamu istrinya Althaf. Ah salah, bukan menyerahkan, tapi memang seharusnya kamu yang ambil alih resto ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN