Chapter 24

1801 Kata

Ingatan kemarin terulang jelas, aku belum memberikan jawaban apa pun atas ajakan Alfan. Tapi pagi ini, dia sudah muncul di depan kost dengan senyum lebarnya. "Jadi kan hari ini? Aku udah luangin waktu, buat bantu kamu." Begitu katanya saat menghampiriku yang masih berdiri bingung di teras. "Aku mau kerja," ucapku. Aini cepat-cepat aku tarik, agar langkah kami sejajar. Lengannya aku genggam agar tidak kabur. "Yaudah, kapan rencananya, Via? Aku siap bantu kamu kapanpun." Saat melewatinya, Alfan berkata demikian. Aku diam. "Kamu ada hubungan apa sama Alfan?" Aini berbisik rendah saat sudah menjauhi tempat Alfan berdiri. "Ih, bagi tipsnya dong, supaya dikejar cowok ganteng." "Nggak ada tips. Ini musibah!" "Dih." Aini terkikik pelan. "Dia bukan duda, kan? Kayak mantan suami kamu itu."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN