Punggung aku jauhkan dari dinding tempat bersandar setelah melihat sebuah mobil berhenti di depan kantor. Aku bergegas ke sana saat pengemudinya sudah keluar. "Itu adiknya Tesa?" Alfan lebih cepat menggenggam lenganku selepas memberikan pertanyaan tadi. "Iya." Aku menunggu sampai Alfan melepas cekalannya, tetapi dia malah fokus memperhatikan Argi yang bersandar di mobilnya dengan tangan bersembunyi di saku celana SMA-nya. "Bisa lepas?" Alfan mengikuti titahku, lalu mundur dua langkah. Tas salempang aku perbaiki lalu menghampiri Argi yang tampak bergerak lincah menyambut. Dia membukakan pintu bagian depan mobil bersamaan saat aku menarik pintu bagian belakang. Kami diam sebentar, sampai dia membanting pintu mobil, dan aku lanjut masuk di bagian belakang. Mobil mulai melaju di jalana

