Aini tersenyum manis tapi dingin. "Bagus, Mas. Mulai sekarang ajarkan Mirna untuk menerima kenyataan kalau sebentar lagi dia akan kehilangan kenikmatan yang diambilnya dengan cara mencuri dari milikku." "Aini, Kamu tidak memberiku pilihan yan lain Aini?" tanya Afwan terbata. dan memelas. Tapi Aini hanya tersenyum. "Pilihan apa yang kau mau, Mas?" "Memaafkanku dan kita bisa rujuk. Aku berjanji menjadi suami yang baik untukmu." Aini terbelalak. Mendadak mual. Hallo. Semudah itukah? Apakah keoonan Mirna menular pada Afwan? Sehingga pria yang selama ini dikenal cerdas itu berubah jadi seperti orang amnesia? "Apa, Mas? Rujuk?" Aini tersenyum kecut. "Aku ingin rujuk saja, Aini. Dan kita bisa selesaikan masalah ini dengan kekeluargaan." Aini mendengus. Berusaha menekan rasa muak yang m

