Angin siang yang berhembus kencang menghalau arakan Mega di langit yang biru. Lukisan sepi dan wajah murung tergambar jelas di wajah Afwan yang berjalan lunglai keluar dari gedung pengadilan. Berkali matanya mencuri pandang pada sosok Aini yang berjalan ditemani Bi Darsih, Mang Engkus dan Sinta sepupunya. Sebetulnya, Tante Isma berencana akan ikut menghadiri sidang Aini bersama Afwan tapi urung karena kesehatannya sedang kurang baik. Jika wajah Afwan kelam dan menjalaga karena duka, maka wajah yang paling berbinar dan sumringah adalah Mirna. Dalam balutan rok ibu hamil berwarna cerah di atas lutut, Mirna tampak sangat Menawan. Tak hentinya wajahnya menebar senyum dan kegembiraan. Disisinya Mama, ibu dari Afwan terlihat tak jauh beda. Parasnya lega dan bahagia. Entah apa yang ada di pi

