Penyesalan Mama

1403 Kata

Aini tersenyum pelan saat melihat Mirna seperti orang kesambet. Untuk beberapa saat wajah menornya seperti kehilangan banyak cairan darah. Pucat seperti mayat. Maafkan aku Mirna.Semula aku tidak pernah memusingkan tentang harta Gono-gini. Bagiku, bisa hidup damai tanpa banyak pertikaian pun, rasanya sudah cukup. Aini berbisik dalam hati. Selama aku tidak pernah pusing dan mengungkit apapun pemberian Papa untuk diriku dan Mas Afwan. Tapi cacian dan hinaanmu yang meneriakiku pecundang, perempuan tol*l dan tidak punya harga diri, memaksaku berubah. Mirna kamu membuatku sadar, kalau diam tak selamanya emas. Aku selama ini rela dan ikhlas melepaskan Mas Afwan, aku juga masih tersenyum saat kau memaksa Mas Afwan menceraikanku dengan cara yang sangat menyakitkan. Aku rela, pun dengan kehad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN