Ketulusan Aini Dan Penyesalan Afwan

1315 Kata

Udara malam Bandung terasa manis membelai hati Aini yang penuh cinta. Mobil melaju membelah jalanan yang tidak begitu ramai, meninggalkan rumah dokter Fadhil. Mang Engkus melajukan mobil dengan kecepatan sedang, saat jalan mulai berbelok memasuki jalan setia Budi menuju kota Lembang. Sepanjang jalan mata Aini dimanjakan dengan pendar lampu jalanan berpadu dengan gemerlapnya sinar lampu gedung dan toko yang dilewati. Pohonan rindang di sisi jalan menerpa tubuh Aini terasa lebih dingin. Bandung di malam hari, selalu terasa romantis. Mobil yang di kemudikan Mang Engkus berhenti di salah satu Swalayan yang di lalui, Aini ingin membeli cemilan dan air mineral. Kebetulan stok di rumah sudah habis, dari pada bolak balik besok kembali mendingan malam ini Aini belanja sekalian sambil lewat. Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN