Fadhil Melamar Aini

1577 Kata

Aini tersenyum lembut. Pandangan dokter Fadhil yang tampak sangat terpesona dengan penampilannya kali ini membuat paras wajah Aini merona. Dokter Fadhil baru melihatnya dengan setelan kerja seperti saat ini. Dia tampak sedikit kaget juga terpesona. Aini luar biasa cantik, wajah lembutnya bepadu dengan tatapan bening yang menghanyutkan. Apalagi dalam blazer panjang dan kerudung senada, Aini tampak smart dan elegan. "Bu Direktris." Goda Fadhil membuat Aini tersenyum lebar tapi malu. "Mas, tumben pagi-pagi menemuimu. Yuk, di dalam." Aini yang bersiap berangkat kerja, mempersilahkan dokter Fadhil masuk ke dalam rumahnya. "Di sini saja, Aini. Di teras." Dokter Fadhil seperti biasa lebih suka menemui Aini dan duduk di teras rumah Aini yang luas. "Baiklah, Mas." Aini tersenyum, memanggil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN