Bulan kembali ke rumah setelah matahari hampir tenggelam dan tak lama kemudian langit menghitam, siang telah berganti malam. Bulan langsung masuk ke dalam kamar, ia berganti pakaian dan meletakkan ponselnya di atas kasur. Entah kenapa hatinya merasa lega, meskipun ia hanya bisa melihat Noah dari kejauhan dan juga dalam waktu sekejap, tapi itu sudah cukup mengobati rasa rindunya. Pintu kamar diketuk dari luar yang membuat Bulan langsung menoleh. Siapa lagi kalau bukan ibunya, karena di rumah itu ia hanya tinggal berdua bersama dengan ibunya. Bulan bukan anak tunggal, ia memiliki seorang kakak yang sudah menikah dan tinggal bersama dengan istri dan anaknya. "Bulan, ibuk mau ngomong sebentar," ucap bu Yuni yang tidak langsung membuka pintu kamar putrinya sebelum meminta izin. "M

