Terjebak

1171 Kata

“Dok. Nggak ada pasien yang mau cek kandungan emang? Sini, makan bareng saya. Masakan Yara enak, lho. Kapan lagi mencicipi masakan calon istrinya dirut rumah sakit harapan.” “Nggak deh, makasih. Saya banyak kerjaan.” “Lah. Dari tadi kamu ngapain berdiri di situ? Mantau saya? Ya elah, Dok. Saya lebih takut Reiner dibanding macan. Aman, Dok. Tenang aja.” Dokter Mia menghela napas kasar. “Saya takut kamu keceplosan, Dokter Biru!” ucapnya kemudian keluar dari sana. Yara mengerutkan keningnya. “Dokter Mia kenapa? Cemburu? Eh, dia masih single?” Biru kemudian menoleh kepada Yara lalu mengangguk. “Terpaksa jadi perawan tua karena harus membiayai tiga adiknya yang masih kecil-kecil.” “Astaga, kasihan banget. Kawinin gih. Lo kan, tajir. Jadi dokter pun karena males nerusin perusaan bokap lo,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN