Rain 18

1259 Kata

Gradasi warna yang diciptakannya begitu tulus. Dia terlihat tenang dan santai. Begitulah cara Mentari melukis meski sebenarnya dia tidak pernah mengharapkan apa-apa dari perlombaan ini. Namun, seketika Mentari mengingat mendiang Ayahnya. Ayahnya bahkan selalu senang ketika melukis dan melakukannya dengan begitu tulus. Dari Ayah, Mentari belajar banyak hal. Jiwa seni di antara mereka begitu kuat, tidak perlu dipertanyakan bagaimana cerminan Mentari dalam menggambar. "Waktunya lima belas menit lagi, diharapkan untuk tetap fokus dan tenang." Mentor yang berdiri di dekat meja juri sudah memberikan peringatan waktu. Mentari tidak terganggu dengan hal itu, selesai atau tidak, dia akan memberikan apa yang terbaik menurutnya. Terlihat Pak Didi dan beberapa guru-guru dari perwakilan sekolah lain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN