Karena menunggu terlalu lama, kali ini Meisya masuk kamar saja dan bersiap untuk tidur bersama Raden. Dia juga sudah berganti mengenakan baju tidur, jadi kini lebih baik ia tidur saja. Namun saat Meisya hendak menarik selimut, tepat waktu itu juga telepon di atas nakasnya pun bergetar. Tanpa beranjak dari tempat tidur, Meisya mengulurkan tangan untuk meraih benda pipih tersebut. Sebuah panggilan ia terima tanpa melihat siapa peneleponnya, karena dalam pikiran Meisya, dia terpikir hanya Rudi yang akan meneleponnya selarut ini. “Iya, halo, Rud?” ucapnya. “Ini mama Ariska, Mei. Memang Rudi belum pulang?” Wajah Meisya langsung kecewa, karena bukan Rudi yang menelepon. Namun ia segera menyingkirkan perasaan kecewanya, karena ini mama mertua yang memanggilnya. “Oh, Mama? Maaf, aku tidak

