my wild butterfly - 14

1063 Kata
Hari yang menyenangkan bagi ying jie yang telah menempatkan hati nya untuk memilih bersama yu yan. Ying jie sangat menekan kan pada hati nya agar bisa membuka nya untuk yu yan. Pagi ini terasa sangat indah ketika ying jie mendapati yu yan yang tertidur di samping nya. Kehidupan baru yang ia pilih seakan menjadi tantangan sendiri bagi dirinya , namun kadang juga terbesit rasa yang tak mampu ia ungkapkan. Rasa dimana ia harus merelakan perempuan yang sangat di cintai nya untuk di relakan menjalin hubungan bersama sahabat nya. Kadang pun bibir ying jie juga terasa sangat kelu untuk melontarkan kata jika ia sama sekali belum bisa yakin untuk melepaskan tongli. Namun , Kisah kehidupan yu yan yang pada akhir nya membuat ying jie untuk mengambil keputusan untuk lebih mmilih menjaga yu yan. Dari semua ini ying jie pun menyadari jika apa yang i lakukan tuan baiyou hanya untuk kebaikan dan perlindungan khusus bagi yu yan. Tersirat sebuah rasa yang ying jie sendiri tak kan mampu untuk menjalani nya ketika yu yan yang berusaha bertahan untuk tetap berdiri ketika semua telah menjatuhkan nya. Dan bagaimana yu yan pun dapat menjadi seseorang yang sangat begitu tangguh. Ia mampu menyimpan semua luka , Tanpa ada yang mengetahui bagaimana perjalanan hidup di masa lalu nya. Seetika terlintas pada bayangan ying jie ketika ia mengetahui banyak nya luka yang yu yan terima. Namun tak sepatah katapun ia mengeluh. Bahkan yu yan pun berkata jika semua itu tidak sebanding dengan apa yang sudah di lakukan oleh ayah tirinya kepada yu yan. Ying jie menatap lekat raut wajah yu yan yang sangat terlihat natural saat tertidur. Dan terlihat pula bagaimana cantik nya paras yu yan yang baru ying jie sadari. Kadang pun ying jie juga melakukan hal yang tidak pantas terhadap yu yan , seperti saat pertama kali ia menyakiti yu yan. Tanpa ia sadari semua itu. Kemudian sekarang seperti ada yang memutar pemikiran ying jie untuk mengingat dimana semua perlakuan buruk ying jie kepada yu yan. Dan yu yan pun yang menerima perlakuan itu hanya mampu menerima nya dengan lapang d**a dan ikhlas. Ying jie juga teringatkan saat yu yan yang bersingkuh di bawah kaki baiyou lalu berkata , “ aku tidak tau ayah apakah ini yang di namakan cinta , yang aku tau aku tidak ingin dia terluka , aku tidak ingin dia merasa tersakiti , aku juga tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk pada nya , jika memang harus memilih antara kebahagiaan ku atau kebahagiaan nya dapat aku pastikan aku akan memilih kebahagiaan nya. Jika memang itu yang di katakan cinta , berarti aku sangat mencintainya “ Karena tak di sangka ketika yu yan berkata seperti itu , ying jie berada di seberang ruang tamu dan ia mendengar semua yang di katakan oleh yu yan. Setelah itu ying jie juga sesekali mendapatkan kenyataan jika yu yan yang memang sangat mencintai nya. Dengan menerima semua luka yang ying jie berikan kepada yu yan dan tak pernah sedikitpun ia mengeluh tentang nya. Ying jie sadar jika ia tidak pernah mendapatkan perlakuan spesial dari orang yang di cintainya , Tapi semua nya berbanding terbalik ketika ying jie bersama yu yan. Ia mendapatkan semua nya dari yu yan tanpa yu yan meminta balasan yang layak untuk apa yang sudah ia berikan. || Ying jie memainkan bulu mata yu yan yang sangat lentik. Hingga membuat sang empunya merasa terganggu dan memilih untuk membuka mata nya. Yu yan merasa sedikit terkejut setelah mendapati ying jie yang berada di samping nya dan kini dengan memeluk nya. Serasa begitu intim posisi mereka , Yang sontak juga membuat pipi yu yan memerah seperti tomat yang masih mengembang. “ maaf membuat mu terkejut. “ Kata ying jie yang semakin mendekatkan wajah nya pada wajah yu yan. Bukan nya menjawab perkataan ying jie , Yu yan memilih membalikkan tubuh nya dan memalingkan wajah nya dari ying jie. Kemudian ying jie semakin memeluk yu yan dengan begitu erat nya. “ Jika aku menyerahkan hidup ku padamu , Apakah kau akan meninggalkan ku dan kembali ke tempat ayah mu lagi? “ Kata ying jie yang tiba-tiba beranjak berpindah posisi agar berada tepat di depna yu yan. Dan yu yan yang mendapati perlakuan ying jie menjadi terkejut akan tingkah nya yang tanpa sadar berubah drastis. “ Apa maksud mu ying jie? “ Ucap yu yan dengan kening yang berkerut. “ aku tidak tahu apakah ini waktu yang tepat untuk mengatakan ini. Ijinkan aku untuk menjaga mu dan mencintai mu. “ Ujar ying jie sembari mengisi sela jari jemari tangan yu yan lalu menggenggam nya. “ Tapi tongli? “ Ucap yu yang yang merasa memang pada beberapa saat lalu masih jelas terpampang nyata jika ying jie masih memiliki perasaan terhadap tongli. Namun , Bagaimana mungkin kini ia berbicara seperti ini. Seakan-akan sosok tongli telah musnah begitu cepat nya. “ Tongli sudah memilih ayhan bukan , Lalu untuk apa aku menunggu sesuatu yang sudah menjadi milik orang. Sedangkan pada kisah ku sudah tertuliskan nama mu sebagai pendamping ku. Dan mungkin kini saat nya bqgi ku , Untuk menjalani takdir yang sudah tertulis pada garis tangan kehidupan ku. Kini waktu nya untuk ku mencintai mu serta menyayangi mu , dan melindungi mu dari segala macam bahaya. “ Jelas ucap ying jie kepada yu yan , Dan sangat nampak sekarang pada pandangan ying jie jika yu yan masih mencari kebenaran pada perkataan ying jie melalui tatapan matanya . “ Aku paham jika semua ini sangat mendadak bagi diri mu. Sulit untuk membuat hati dan perasaan mu percaya dengan kata-kata ku walaupun sejujurnya semua yang kamu miliki adalah milik ku. Kasih sayang tulus mu yang membuat ku semakin untuk menyayangi mu. Lekuk indah tubuh mu yang membuat ku sangat harus menjaga serta melindungi mu. Dan , Semua pengorbanan mu yang meyakin kan diri ku untuk menyerahkan kehidupan ku bahkan jiwa ragaku untuk mencintai mu. “ Lanjut kata ying jie meyakinkan yu yan. Bagi yu yan sekarang ini sangat tidak mengerti dengan apa yang harus ia lakukan , ia tidak bisa mengerti dengan pemikiran nya sendiri saat ini. Harus kah ia berbahagia atau bersedih. Semua nya seakan-akan begitu mendadak bagi yu yan. Fikiran nya semakin kalut untuk mencerna kata-kata ying jie yang memang selama ini sangat yu yan tunggu. Dan tak dapat yu yan pungkiri juga bahwa ia begitu bahagia dengan pernyataan ying jie. “ Aku.. “ Ucap yu yan terjeda beberapa saat , Dan ia pun tidak memilih untuk melanjutkan perkataan nya karena memang fikiran dan perasaan nya saat ini sedang sangat begitu kalut. “ Aku tidak memaksa mu untuk percaya dengan perkataan ku dengan cepat. Dan kini saat nya bagi ku , Untuk merubah semua waktu yang dulu pernah hilang agar ia hadir kembali dalam kehidupan kita. “ Kata ying jie pasti dan kembali memeluk yu yan. Hingga yu yan tak kuasa menahan air mata nya dan memilih membenamkan kepalanya dalam pelukan ying jie. Bersambung...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN