Saat ini pikiran ying jie sudah tak mampu mencerna apa yang ia dengar , kenyataan bahwa ternyata seseorang yang selalu di anggap nya sebagai seorang adik yang kini menjadi istri nya sangat membutuhkan bantuan nya.
Kepahitan hidup yang selama ini yu yan simpan dalam hati nya tanpa ada seseorang pun mengetahui nya.
Bagi ying jie dulu yu yan memang seorang gadis yang penurut dan periang. Ia jantung hati tuan baiyou walaupun bukan darah daging nya .
Ia juga pundak besi bagi youning , perisai sejati youning .
Yu yan memang bukan saudara kandung youning tetapi kasih sayang yu yan untuk youning melibihi dari saudara kandung.
Perasaan ying jie saat ini sudah bercampur aduk tak karuan , ying jie tak menghirau kan panggilan yu yan yang sedari tadi di belakang mengikutinya.
Hingga saat ying jie memasukkan paksa yu yan kedalam mobil nya , namun tanpa di sadari ia semakin melukai yu yan.
Karena saat yu yan berada di mobil karena dorongan ying jie yang begitu kuat nya hingga membuat kepala yu yan terbentur dan sedikit terluka.
Ying jie yang masih di luar pun meluapkan emosi nya dengan memukul bagian atap mobil dengan keras hingga tangan nya mengeluarkan darah.
Setelah beberapa saat ying jie memutuskan untuk memasuki mobil dan terkejut saat melihat darah segar mengalir pada kening yu yan.
Ying jie mengambil sapu tangan yang ada di saku kanan nya lalu mengusapkan nya untuk menghilangkan darah yu yan yang mengalir di kening nya.
“ maaf “ kata ying jie lirih yang masih mengusap luka yu yan.
“ ini? “ yu yan yang melihat luka pada tangan ying jie.
“ sebenarnya apa yang terjadi pada mu , kadang membuat nyaman kadang membuat takut kadang juga membuat bingung “ yu yan mengungkapkan apa yang sedang ada di hati nya saat ini kepada ying jie yang selalu cepat merubah mood nya.
“ tadi ayah mu menelpon “ kata ying jie yang lalu membuat yu yan menjadi mematung
“ Sebaiknya kita bicarakan di rumah “ ying jie yang melihat perubahan wajah yu yan memilih untuk mengajak nya pulang.
Di pasangkan nya sabuk pengaman untuk yu yan lalu mengusap kening yu yan yang terluka dan berkata.
“ jangan pergi..! “
Ucap ying jie lalu mendekat menempelkan kening nya dengan kening yu yan , dan setelah itu ia beralih pada setir mobil serta menginjakkan kaki nya pada gas hingga berlalu untuk pulang.
~~~
Kini ying jie dan yu yan sudah sampai di depan rumah , namun lagi-lagi ying jie hanya terdiam tidak berbicara sepatah kata pun.
Kemudia ying jie turun dari mobil lalu membuka kan pintu mobil untuk yu yan ,
Dan ia berlalu pergi tanpa berbicara kepada yu yan , hingga membuat yu yan merasa aneh dengan tingkah ying jie saat itu.
Yu yan berjalan tepat di belakang ying jie , mengikuti nya seperti anak bebek yang mengikuti induk nya.
Dan ketika ying jie sudah memasuki rumah, ia memilih duduk di atas sofa yang terletak di ruang tamu.
Tatapan ying jie saat itu sangat menakutkan bagi yu yan, seperti banyak yang tersiratkan di mata ying jie yang ia sendiri pun susah untuk mengungkapkan nya.
Yu yan mencoba mendekati ying jie dan duduk di samping nya, seketika pun ying jie mengubah pandangan nya beralih pada yu yan.
“ cetitakan semua tentang mu!! “
Perintah ying jie yang membuat yu yan tiba-tiba termenung dan menundukkan kepalanya.
“ Sebaik nya kamu tidak perlu mengetahuinya, bukan kah kita sudah saling berjanji jika kita tidak akan ikut campur dengan persoalan masing-masing “ terang yu yan.
“ aku suami mu “
Bentak ying jie dengan nada yang sangat tinggi hingga membuat yu yan terkejut.
“ Suami? “ yu yan tersenyum kecut.
“ aku tau jika kamu terpaksa menjalani pernikahan ini , dan jika kamu berubah di tengah perjalanan pasti ada sesuatu hal yang sangat kuat merubahmu.
Pasti ayah juga sudah menceritakan tentang hidup ku pada mu.
Maka dari itu kamu bisa berubah total kepada ku, aku sangat tidak butuh bantuan siapa pun. “ lanjut ucap yu yan kepada ying jie.
“ Aku bahagia dengan hidup ku saat ini, perioritas utama ku sekarang hanyalah diri mu “
Kata ying jie tulus.
Karena ying jie pun juga tidak bisa berbuat apa pun, memang pada awal menikah mereka sudah membuat komitmen agar tidak mencampuri urusan masing-masing.
Hingga saat ying jie mengetahui bahwa hidup yu yan sangatlah mengenaskan.
“ jangan membohongi perasaan maupun hidup mu hanya untuk menyelamatkan hidup ku, aku tidak ingin ada yang berkorban lebih untuk hidup ku.
Pasti aku tidak akan sanggup untuk membayarnya.
Aku pun sudah memberi tahu kebenasan kepada ayhan dan ia pun akan senang hati membantu Kau bisa kembali kepada tongli,
Kau pantas bahagia ying jie “
Yu yan lah dalang Di balik semua rencana ayhan untuk mempersatukan tongli dan ying ji.
“ apa yang kau berikan kepada ayhan? “
Tanya ying jie dengan mencengkram kedua tangan yu yan, amarah ying jie yang sudah sangat menahan emosi nya tidak dapat terbendung lagi.
Saat mengetahui jika yu yan dan ayhan juga merencanakan sesuatu.
Namun bagi ying jie sekarang hanya yu yan yang terpenting , bahkan ying jie pun juga sudah mengikhlaskan jika kekasih nya harus menikah dwngan sahabatnya.
“ sudah ku katakan bukan , urusi urusan kita masing-masing “ jelas yu yan
“ Urusan mu juga urusan ku , kau harus mengerti “
Bentak ying jie yang tidak mau kalah dengan yu yan
“ Seperti nya kau benar-benar harus ku jadikan milik ku sepenuh nya agar kau mengerti semua ykegundahan yang aku rasakan. “
Kata ying jie dwngan membuang jas nya yang sudah ia bukq ke sembarang tempat.
Ying jie berjalan mendekati yu yan, namun yu yan kini merasa sangat takut jika y8ng jie berbuat hal aneh pada nya.
Yu yan berjalan mundur hingga sampai ia terbentur tembok karena sudah tidak ada jalan lagi untuk nya.
Ying jie menarik tangan yu yan lalu membawa nya memasuki kamar yu yan,
Kamar yang terlihat tamaram, ying jie yang membawa yu yan lalu merebahkan yu yan di atas kasur milik nya.
Dengan rasa yang sudah menggebu ying jie melepas paksa pakaian yu yan, namum betapa terkejut nya ying jie ketika melihat banyak nya luka sayatan dan cambukkan pada tubuh yu yan.
Serasa beku dan kaku ying jie terdiam saat memandang yu yan.
“ Kenapa berhenti? “ teriak yu yan
“ ohh , setelah apa yang kamu lihat sekarang pasti kamu merasa jijik bukan.
Luka yang sudah tidak bisa menghilang, luka yang sudah mendarah daging.
Bagaimana , hmmm?
Masih mau menyentuh ku?
Pasti nya tidak , bahkan jika aku di berikan secara Cuma-Cuma pun pasti tetap tidak akan yang mau menyentuh ku apalagi menerima ku.
Sebaiknya kau keluar ying jie.
Keluaaarrr “
Yu yan begitu terpukul dengan kenyataan saat tatapan ying jie yang membuat nya merasa tidak berarti.
Ying jie terlihat begitu syok saat mendapati begitu banyak nya luka di tubuh yu yan, rasa bersalah nya semak8n menjadi ketika melihat kenyataan itu.
Bagaimana ia sama sekali tidak mengetahui nya , sedangkan yu yan sudah begitu lama hidup bersama nya.
Ying jie terjatuh lemas di depan pintu kamar yu yan, tak terasa bulir airmata pun jatuh hingga sampai menjumpai lantai...
Bersambung....