my wild butterfly - 11

1372 Kata
Kenyataan pahit yang harus yu yan hadapi saat ini , ketika orang yang sangat di cintai nya mengetahui semua yang telah ia sembunyikan rapat-rapat. Yu yan sudah tak dapat membendung airmata nya, Mungkin ini waktu bagi yu yan untuk menyerah dan menghilang dari kehidupan siapa pun. Setelah meminta ying jie untuk pergi meninggalkan nya sendirian di dalam kamar , dan akhir nya yu yan berfikir untuk menyerahkan dirinya kepada ayah tiri nya. Kehadiran yu yan sudah sangat tidak di butuhkan oleh siapa-siapa. Yu yan berencana untuk pergi dan ketika yu yan keluar dari kamarnya betapa terkejut nya ia saat mendapati ying jie yang tengah duduk di sofa ruang tamu. “ mau kemana, hmm “ tanya ying jie. Dan lalu mendekati yu yan yang masih berdiri di depan kamar nya “ Aku harus pergi “ ucap yu yan dengan berjalan melewati ying jie. Tetapi langkah nya tertahan oleh ying jie yang berhasil meraih tangan yu yan terlebih dahulu. “ aku tak akan membiarkan mu pergi kemana pun. Karena saat ini kau masih berstatus sebagai istri ku , mengerti “ kata ying jie penuh penekanan. “ istri kata mu.. Bukan kah kau akan menceraikan ku setelah kau mendapatkan tongli. “ Teriak yu yan kepada ying jie , yu yan sangat merasa emosi ketika ying jie menekan kan kata istri pada nya. “ Kesabaran ku pun juga ada batasan nya ying jie. Tolong lepas kan aku , jika kenyataannya pun kamu tidak pernah menginginkan ku. “ kata yu yan. Saat ini yu yan sedang berlutut di hadapan ying jie dwngan melipat kedua telapak tangan nya.. . Yu yqn yang begitu merasa tertekan karena ayah nya kini juga mulai tertekan karena ying jie yang sudah mengetahui semua yang telah di alaminya. Semua bekas luka yang selalu di sembunyikan nya kini ying jie pun sudah mengetahuinya. “ biarkan aku mengabdikan hidup ku untuk ayah ku “ kata yu yan dalam tangis nya. Ying jie memegang lengan yu yan lalu mengangkat yu yan agar berdiri lalu membawanya duduk di sofa kemudian berkata, “ tidurlah dulu , besok kau boleh pulang ke rumah ayah mu dan aku berjanji tidak akan melarang mu. Tapi untuk mqlam ini tidurlah di rumah ku. “ ucap ying jie. Yu yan yang mendengar ucapan ying jie lalu melihat nya dengan tatapan yang penuh tanya. Dan tanpa berkata apapun yu yan kembali ke dalam kamarnya dan lalu memilih untuk tidur karena di rasa kepala nya terasa sangat sakit. Ying jie yang masih duduk di sofa melihat kepergian yu yang yang masuk kedalam kamar nya kemudian berkata, “ aku akan menebus semua kesalahan ku dan aku akan menjadikan mu sebagai milik ku “ Kata ying jie pasti dan memilih pergi meninggalkan rumah saat itu juga. . Cahaya matahari memasuki kamar yu yan melalui cela-cela fentilasi udara di atas jendela kamarnya. Perasaan tenang kini menyelimuti hati yu yan saat terbangun dari tidurnya. Yu yan melangkah kan kaki nya meluar dari kamar nya dan segera menuju ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk ying jie. Saat yu yan masih sibuk dengan acara memasak nya , ia di kejutkan oleh kedatangan ying jie yang tiba-tiba memeluk pinggang nya dan memeluk nya. “ Pagi “ ucap ying jie setelah mencium kening yu yan. “ Oh ya , pagi ying jie “ jawab yu yan dengan sedikit terbata. Yu yan sangat merasa aneh dengan sikap ying jie saat ini , ada apa dengan dirinya yang tiba-tiba bersikap begitu manis nya. “ harum “ ucap ying jie di sela curek leher yu yan dan masih memeluk yu yan. “ haaa... “ kata yu yan yang sedikit terkejut dengan maksud ying jie. “ kamu harum “ ujar ying jie lalu mengecup leher jenjang yu yan. Hingga membuat sang empunya merinding menerima perlakuan dari ying jie. “ Aku akan menunggu mu di meja makan “ lanjut ucap ying jie. Dan berlalu pergi meninggalkan yu yan yang sedang membuatkan nya sarapan. “ apa ada yang salah ya sama ying jie hingga membuat nya seperti itu “ batin yu yan. Lalu beralih pada bahan masakan yang akan di masak nya . . Setelah masakan yu yan selesai , ia langsung menghidangkan nya untuk ying jie. Acara sarapan mereka berjalan dengan hikmat nya , tatapan ying jie yang selalu menatap yu yan tanpa terpaling oleh apapun. Hingga telpon rumah berbunyi dan yu yan merangjak dari kursi nya untuk mengangkat telpon yang berada di ruang tamu. “ hallo “ Sapa yu yang saat mengangkat telpon. Namun tidak ada jawaban sama sekali dari seberang telpon. Ying jie yang merasa terlalu lama kepergian yu yan untuk menerima telpon bergegas menyusul nya dan menanyakan siapa yang sedang menelfon. “ Siapa yang telpon? “ tanya ying jie dwngan memeluk yu yan. “ entah , tidak ada jawaban “ jawab yu yan lalu meletakkan telpon nya kembali. “ Apa malam ini kamu ada acara? Aku ingin mengajak mu makan di luar “ ucap ying jie mengalihkan pembicaraan. “ eemmhh , aku ada urusan yang mendesak maaf. “ terang yu yan. “ Urusan apa? “ tanya ying jie yang lebih terlihat mengintimidasi yu yan. “ Tidak apa-apa “ ujar yu yan. Dan lalu memilih pergi meninggalkan ying jie untuk memasuki kamarnya. “ kau pasti akan terkejut “ batin ying jie yang pergi keluar rumah. . Waktu susah beralih menjadi petang , dan sekarang yu yan bergegas untuk pergi menemui ayah tirinya. Karena yu yan sudah berjanji untuk menemui nya , dan fikir yu yan mungkin ying jie pun juga tidak akan mengkhawatirkan nya. Dan mungkin ying jie juga sedang bersama tongli fikir yu yan di sepanjang perjalanan nya menuju rumah ayah nya. Yu yan selalu teringat sikapanis ying jie dengan nya yang terjadi pagi tadi. Tak tersadar sering sekali yu yan mengembang kan senyuman pada bibir nya. Kini yu yan sudah sampai di kediaman ayah tirinya dan saat yu yan memasuki rumah ayah nya , ia di sambut dengan ramah oleh ayah tirinya. Sikap ayah tirinya saat ini sangat membuat yu yan bertanya-tanya, bagaimana mungkin ayah nya bersikap manis seperti ini. “ Apa yang terjadi? “ tanya yu yan pada ayah nya. Karena mendapati perilaku yang tidak seperti biasa nya membuat yu yan terheran. “ Kau tau , ada yang membeli mu begitu mahal dan pria ingin aku memperlakukan mu dengan baik. Setelah ini aku akan mengantar mu ke hotel dimana kau harus melayani nya. Aku harap kau tidak akan kabur. Karena pria itu berani membayar mahal keperawanan mu dan untuk di jadikan b***k nya. Dan kau harus melupakan suami mu. “ terang ayah tiri yu yan. Dengan tertawa terbahak-bahak ayah tiri yu yan menyampaikan jika ada seseorang yang mampu membayar mahal untuk menjadikan yu yan seutuh nya agar menjadi milik pria itu. Yu yan yang sudah tidak sanggup menolak permintaan ayah tirinya hanya memenuhi semua yang di inginkan nya. Bagi yu yan jasa ayah tiri yu yan sangat lah banyak , ia yang rela mengorbankan masa remaja nya untuk merawat yu yan disaat ibu yu yan meninggal karena saat melahirkan nya. Dan sebelum nya ayah tiri yu yan rela menikahi ibu yu yan agar tidak terkena gunjingan orang-orang sekitar. Dan di saat ayah tiri yu yan jatuh hati kepada wanita lain , keluarga wanita itu sangat menolak nya karena keberadaan yu yan. Dan setiap kali ayah tiri yu yan mengalain hal yang sama pasti semua itu lagi-lagi karena keberadaan yu yan. Sehingga mulai saat itu lah ayah tiri yu yan mulai membencinya dan sering menyiksanya. Namun bagi yu yan semua itu adalah salah satu cara untuk membuat ayah tiri yu yan merasa lega karena kebencian nya yang sudah sangat mendarah daging. Yu yan mencoba menghubungi ying jie namun telpon nya sama sekali tidak di tanggapi oleh ying jie. Kini yu yan hanya mampu berpasrah atas apa yang akan di alami nya , ia mengikuti ayah tirinya menuju hotel dimana orang yang sudah membelinya menunggu kedatangan nya. Setelah sampai pada hotel yang di tuju, Ayah tiri yu yan hanya memberikan yu yan nomor kamar yang harus ia datangi , ada rasa yang sangat mendebarkan pada diri yu yan, Karena dirinya harus memberikan apa yang seharus nya ia berikan untuk suaminya. Namun dalam fikiran yu yan pun juga terbesit jika ying jie pun tidak akan mungkin mau menyentuh nya. Yu yan kini telah sampai di depan ruangan dimana orang yang sudah menunggu nya berada di dalam. Ia mencoba mengetuk pintu kamar yang ternyata tidak terkunci. ketika yu yan melangkah masuk , terdengar suara yang sangat mengagetkan bagi yu yan yang menyuruh nya mengunci pintu. Setelah nya yu yan mencoba mendekati pria itu yang memunggungi yu yan. “ apa kau siap? “ tanya pria itu. Pria yang sangat gagah saat terlihat jelas betapa kekar tubuh nya. Namun yu yan seperti mengenal suara pria itu , pria yang kini ada di depan nya. “ Apa kabar yu yan? “ sapa pria itu saat membalik kan tubuhnya. Dan betapa terkejut nya yu yan hingga menjatuhkan tas yang di genggam nya saat mengetahui siapa pria yang sudah membelinya dengan harga yang sangat mahal. Bersambung...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN